SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Lolos Final OPSI Nasional dengan Inovasi Alat Pengusir Burung Berbasis Tenaga Surya
Gunungkidul — Dua siswa SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul, Rafif Alvaro Belvania dan Muhammad Syauqi Ahza, berhasil lolos ke babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Babak final dilaksanakan di Universitas Surabaya pada 10–16 November 2025.
Dari lebih 14.000 proposal penelitian yang diajukan oleh siswa di seluruh Indonesia, hanya 150 tim terbaik yang terpilih ke babak final. Salah satunya adalah tim dari SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, mewakili kontingen DIY dengan inovasi “Alat Pengusir Hama Burung Emprit Berbasis Tenaga Surya.”
Penelitian ini berawal dari permasalahan yang dihadapi petani padi di Gunungkidul, yang kerap merugi akibat serangan burung emprit. Terinspirasi dari kondisi tersebut, para siswa SMP Muhammadiyah Al Mujahidin mengembangkan alat pengusir burung berbasis tenaga surya yang menggunakan suara berfrekuensi tertentu. Hasil uji coba di lahan petani menunjukkan bahwa alat ini mampu menurunkan aktivitas burung hingga 90%.
Selain hemat energi dan ramah lingkungan, alat ini juga tidak membutuhkan listrik PLN. Energi diperoleh dari panel surya, sementara baterai penyimpanan membuatnya tetap berfungsi meski dalam kondisi cuaca mendung. Biaya pembuatannya relatif murah, cara kerjanya sederhana, dan efektivitasnya tinggi, sehingga alat ini berpotensi menjadi solusi berkelanjutan bagi petani.
Salah satu petani dari Genjahan Ponjong Gunungkidul, Wahyu mengungkapkan “selama ini kami hanya mengandalkan kincir angin untuk mengusir burung. Dengan adanya alat pengusir hama burung emprit berbasis tenaga surya ini, pekerjaan kami jadi lebih mudah dan hasil panen lebih terjaga. Alat ini sangat membantu dan efektif,” ujarnya.
Pembimbing penelitian, Ustazah Zamzam Fatma Ambarsari, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas karya inovatif siswa.
“Alhamdulillah, alat pengusir hama burung emprit berbasis tenaga surya ini sudah tersertifikasi HAKI. Harapan kami, inovasi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Gunungkidul,” tuturnya.
“Melalui penelitian ini, anak-anak belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan berinovasi. Pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat. Semoga karya ini menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkarya,” tambahnya.
Lewat inovasi ini, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin kian meneguhkan perannya sebagai sekolah yang mendorong riset, inovasi, dan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.