Prestasi Nasional di Makassar: SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Raih Emas, Perak, dan Perunggu di OlympicAD VIII 2026
Ajang OlympicAD VIII atau Olimpiade Ahmad Dahlan tingkat nasional yang digelar pada 12–14 Februari 2026 di Makassar menjadi momen membanggakan bagi kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam kompetisi yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Makassar, DIY berhasil meraih Juara Umum I dengan perolehan 98 medali emas, unggul atas Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di antara penyumbang prestasi tersebut, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin tampil gemilang dengan memborong medali dari berbagai cabang lomba. Sekolah yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul ini mengirimkan sembilan siswa terbaik setelah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi.
Pada OlympicAD VIII, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin berkompetisi dalam enam cabang lomba, yaitu Olimpiade IPA, ISMU in English, Dakwah Digital, Film Indie, Robotik, dan News Reading in English.
Dari enam cabang tersebut, lima cabang berhasil menyumbangkan prestasi membanggakan:
- Medali Emas: Film Indie
- Medali Perak: Robotik, ISMU in English, dan Olimpiade IPA
- Medali Perunggu: Dakwah Digital
Kejuaraan tersebut dimenangkan oleh Juara 1 Film Indie; Reyna Syahbania, Agha Dzaky, dan Syifauna. Juara 2 Ismu In English; Ainiyah Zahrah, Juara 2 Robotik; Jindra Dzaky dan Kukuh Sabrang, Juara 2 Olimpiade IPA; Ahmad Nuruzzaman, serta Juara 3 Dakwah Digital dimenangkan oleh Aisyah Dzakiyyah.
Guru pendamping, Ustazah Enggar, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang nasional ini merupakan bukti komitmen sekolah dalam membangun potensi siswa serta menanamkan mental kompetisi sejak dini.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara sekolah, guru pembimbing, orang tua, dan teman sejawat. Pembinaan intensif serta dukungan moral dan finansial dari orang tua menjadi pilar utama lahirnya prestasi gemilang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kemenangan ini berdampak besar terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa, motivasi belajar, serta mental bertanding di level nasional.
Guru pembimbing cabang Film Indie dan Dakwah Digital, Ustaz Muhda mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan sejak awal pengumuman OlympicAD VIII. “Kami menanamkan mental juara kepada setiap siswa. Bahkan ada yang memulai dari nol, tetapi selama memiliki kemauan dan mau dibina, semua bisa juara,” tuturnya.
Pendekatan yang dilakukan meliputi pemetaan potensi siswa, mempelajari pola lomba tahun sebelumnya, diskusi konsep, hingga eksekusi maksimal dalam setiap karya yang dihasilkan. Meski di tingkat daerah dan wilayah berhasil mempertahankan podium emas, tantangan di tingkat nasional jauh lebih kompetitif.
“Perbedaan level sangat terasa. Ada lomba yang sudah sangat yakin mendapat emas, namun kembali pada kaidah ‘selera juri’. Di situlah kami belajar melapangkan dada dan membesarkan hati,” tambahnya.
Keberhasilan kontingen DIY menjadi Juara Umum I tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Muhammadiyah Al Mujahidin. Sebagai salah satu perwakilan dari Gunungkidul, sekolah ini turut menyumbangkan poin penting bagi DIY melalui perolehan emas, perak, dan perunggu.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi. Untuk ke depannya sekolah menargetkan perluasan pembinaan di lebih banyak cabang lomba, peningkatan kualitas bimbingan, serta capaian yang lebih tinggi di ajang nasional bahkan internasional. Dengan semangat kolaborasi, mental juara, dan pembinaan berkelanjutan, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang konsisten melahirkan generasi berprestasi dan berkarakter.